Al-Quran diturunkan untuk diamalkan. Untuk bisa mengamalkan harus difahami terlebih dahulu. Salah satu caranya dengan mentadaburinya. Arti tadabur al-Quran meliputi hal-hal berkut:
a- Mengetahui berbagai makna kata dan apa yang dimaksudkannya.
b- Merenungkan apa yang ditunjukkan oleh ayat atau beberapa ayat, diantara apa yang bisa difahami dari konteks atau susunan kalimat.
c- Pelajaran yang disimpulkan akal dengan berbagai argumennya dan reaksi hati terhadap berbagai kabar gembiranya dan peringatan-peringatannya.
d- Tunduk kepada perintah-perintahnya dan yakin terhadap berita-beritanya.
Tetapi banyak muslim yang tidak berani melakukan tadabur karena berbagai hambatan.
Buku ini ingin menghancurkan tembok penghalang dan menyingkirkan hambatan tersebut. Buku ini menjadi seperti kunci yang membukakan pintu untukmu lalu dari pintu itu kamu bisa masuk lebih jauh ke buku-buku tafsir tanpa rasa takut, atau buku ini bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk melakukan tadabur al-Quran. Jika mau, kamu bisa menyebut buku ini sebagai awal untuk memulai hubungan baru dengan al-Quran. (Syaikh Adil Muhammad Khalil, penulis buku ini).
Saya menilai buku ini paling mudah, paling baik, dan paling bermanfaat dalam masalah tadabur al-Quran. Karena itu, saya menyampaikan nasehat agar buku ini dibaca, dipelajari dan disebarkan agar kebaikan buku ini dapat dinikmati oleh banyak orang, karena tadabur al-Quran dan pengamalannya menjadi rahasia kebahagiaan dan kemenangan bagi setiap mukmin dan mukminah di dunia dan akhirat. (Syaikh Fahad Salim al-Kandari, Imam Masjid Besar Negara Kuwait).
Dalam buku ini, menurutku, penulis mendapat taufiq yang sangat besar dalam menulis pengantar bagi setiap surat dengan beberapa pengantar yang penting, menjelaskan tujuannya, keutamaannya, kaitan-kaitannya, tema-temanya, isyarat-isyarat halusnya, dan sebab turunnya sebagian surat. Semua ini memudahkan pembacanya dalam memahami surat, mengetahui maksud surat, mengaitkan satu ayat dengan ayat lainnya, mendekatkan pemahamannya, dan memudahkan penghafalannya. (Dr. Andul Muhsin al-Muthairi, Dosen Tafsir Fakultas Syariah Universitas Kuwait).